Tampilkan postingan dengan label Untuk renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk renungan. Tampilkan semua postingan

4.18.2009

Surat Untuk Saudariku...

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Assalamu 'Alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

Ukhti Fillah yang diberkahi dan dirahmati Allah...

akhwat = wanita = gadis = perempuan = remaja putri = cewek.

gelaran akhwat ato ikhwan hanya akan memberikan kesan ekslusif yang menjauhkan diri kita dari saudara/saudari kita seiman.

karena secara bahasa pun rasa-rasanya arti akhwat itu bukan wanita muslimah yang mengenakan jilbab lebar dan mengikuti tarbiyah, dan ikhwan bukan laki-laki yang senantiasa mengenakan baju koko dan telah mengikuti tarbiyah...

semua laki-laki muslim adalah ikhwan
semua wanita muslimah adalah akhwat

karena muslim sendiri berarti berserah diri
wa ana awwalun muslim = dan aku adalah yang pertama-tama berserah diri

bahasa arab bukan sebagai media ekslusif untuk percakapan aktivis tarbiyah, tetapi bahasa arab wajib dipelajari agar mudah untuk mempelajari dan memahami makna tiap-tiap ayat dalam Al Qur'an....

'afwan...tapi ini yang ana perhatikan, adanya kesenjangan antara para aktivis dan kaum awam. Medan dakwah kita justru kepada saudara/saudari kita yang awam bukan dengan mengesklusifkan diri...

semoga anti bisa mengerti tulisan ini karena ana tidak pandai merangkai kata, jadi jika ada kesalahan mohon dimaafkan dan dikoreksi karena setiap kesalahan tentu datangnya dari diri pribadi karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah Azza Wa Jalla..

ketika anti memutuskan untuk menikah, luruskan niat...

ana mengerti setiap orang entah itu perempuan ataupun laki-laki tentu menginginkan pendamping yang shaleh dan shalehah..

bagi laki-laki, seorang istri yang shalihah akan memberikan cahaya di dalam rumah tangganya karena dia akan berperan sebagai istri, sahabat, ibu, dan pendidik bagi anak-anaknya...

bagi perempuan, seorang suami yang shalihah diharapkan akan menjadi seorang pemimpin / imam yang akan mengarahkan dan membimbing ia kearah yang lebih baik dan akan mengendalikan kemudi kapal rumah tangganya sesuai jalan yang telah ditentukanNYA agar sampai dengan selamat dan bisa melalui setiap rintangan bahtera rumah tangganya...

jadi, kita dapat melihat bagaimana pendamping yang akan menemani kita dengan melihat diri kita, karena siapa dan bagaimana pendamping kita adalah terlihat dari siapa dan bagaimana diri kita...

walau tetap... semua berada di dalam kekuasaan Allah Azza Wa Jalla yang telah mengatur semuanya tentang kita dengan sebaik mungkin...

jadi jangan risau, jika tidak mendapatkan di dunia, maka di akhirat telah menanti...

sebagaimana ibunda Rabiatul Adawiyah yang begitu cintanya kepada Pemiliknya beliau tidak menikah sampai akhir hayatnya karena takut akan mempengaruhi cintanya kepada Allah Azza Wa Jalla...

Rumus : " Cintailah Allah Azza Wa Jalla dengan sepenuh cinta, hingga tiap desahan nafasmu hanyalah Allah yang ada di dalam ingatanmu, maka bersabarlah karena Allah akan mengirimkan seseorang yang juga mencintaiNYA sebagaimana engkau mencintaiNYA, sehingga kalian bertemu karena kecintaan kalian terhadapNYA bukan karena apa yang ada di dalam diri kalian masing-masing."

"Menikahlah karena Allah bukan karena hal lainnya..."

Keep Spirit and Istiqomah.... Ana yakin Ukhti Fillah mampu dan bisa melewati semua ujian ini, karena Allah senatiasa bersama hamba-hambaNYA yang bersyukur dan bersabar.


"Hidupmu bukanlah hari kemarin yang tidak mungkin kembali ataupun hari esok yang belum pasti kedatangannya, akan tetapi hidupmu adalah hari ini, jadi... berusahalah menuai kebaikan sebanyak mungkin hari ini, dari ketika kau mulai bangun sampai akan tidur kembali"

Sekian sedikit yang bisa ana bagikan, semoga ini juga menjadi cambukan bagi ana untuk dapat lebih baik lagi hari ini..

"Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan berkah, rahmah, magfirah, ridho, dan meliputi Ukhti Fillah dengan cahaya CintaNYA dan memperoleh kebaikan dimanapun Ukhti berada dan menjadikan Ukhti ridho untuk menerima semua ketetapan Allah Azza Wa Jalla"

Amin Ya Rabbal Allamin...

^_^


Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


2.20.2009

"surat" teguran di bulan Ramadhan

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Sebenarnya, aku pribadi memiliki sebuah surat (peringatan) yang benar-benar aku hafal. Yakni,setiap kali aku melakukan suatu dosa, mobilku pasti mengalami kecelakaan atau rusak. Setelah melakukan dosa, aku selalu menantikan dan mengharapkan kecelakaan ini. Hal ini bukanlah sesuatu yang menyusahkan, karena Insyaa Allah baik.

Sebagian orang berbuat dosa, namun Allah tetap sayang dan berbuat baik kepada mereka. Akibatnya, mereka tidak henti-hentinya melakukan dosa. Parahnya lagi, mereka mengira bahwa dosa itu kecil. Mereka mengira bahwa jika dosa itu mengandung masalah, maka pastilah Allah akan menghisab dan menghuku mereka atas dosa itu, dan yang pasti, mereka masih selalu melakukan dosa.

Tapi, orang yang diperingatkan Allah dengan sebuah "surat" teguran atas dosa yang terjadi, maka hal ini berarti diriNya ingin mengatakan kepada kepadanya, "Berhentilah !"

Aku pribadi membuat sebuah aturan untuk diriku sendiri di bulan Ramadhan. Aku memohon kepada Allah semoga aku dapat kontinyu menjalankannya sampai ajal menjemput. Yaitu, menjada shalat 5 waktu dan menempati shaf terdepan dalam shalat jamaah pertama di samping kanan imam. Aku juga berusaha sekuat tenaga untuk selalu menjalankannya.

Pada suatu waktu, aku terbiasa melaksanakan shalat Ashar di sebuah klub olahraga, kemudian aku berolahraga sampai menjelang Maghrib kemudian berbuka di rumah. Suatu ketika, aku masuk klub ini. Aku mendengar suara imam di masjid membaca, 'Sami'allaahu liman hamidah.' Sayang, aku ketinggalan rakaat pertama.

Tapi tak masalah, kami akan mendapatkan jamaah pertama, Insyaa Allah. Tiba-tiba dalam benakku terlintas keinginan utnuk pergi menutup ruang permainan, karena aku akan tetap berjamaah walaupun ketinggalan takbirah al-ihram dan karena pada bulan Ramadhan tempat olahraga ini sangat penuh.

Benar saja, aku pergi ke tempat olahraga dan menjalankan tujuan. Ada seorang pemuda yang menemuiku. Pemuda ini mengatakan 1 kalimat saja, 'Hanya karena ini engkau tidak melaksanakan shalat?' Di tengah-tengah perbincangan ini, aku mendengar imam membaca salam mengakhiri shalat jamaah. Dari sini aku langsung teringat sebuah ungkapan indah dari salah seorang saleh...

"Bukanlah sebuah hal yang mengherankan jika ada seorang hamba yang tunduk dan merendahkan diri kepada tuannya. Tapi, sungguh aneh, bahkan sangat aneh jika ada raja yang begitu mencintai hambaNYA.' Allah-lah yang telah mengirimkan isyarat dan "surat-surat teguran" kepada kita agar kita memahaminya, agar kita kembali. Seakan-akan Allah berkata, "Hamba-Ku, kapan engkau akan kembali !"

Aku bersedih dan menyesal, jamaah pertama di bulan Ramadhan telah hilang! Bergegas aku berlari ke masjid. berlari sampai kaki keseleo. Akibatnya, selama 3 minggu aku tidak menggunakannya untuk berjalan. Aku tidak dapat berolahraga, bahkan tidak melakukan apapun. Inilah risalah Ramadhan ("surat" teguran di bulan Ramadhan) yang tulus

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


2.07.2009

7 Hari lagi ada bom yang siap meledak.....serentak di seluruh dunia !!!!!!

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Saudara-saudaraku sekalian...
Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa kita sudah memasuki bulan februari, bulan yang diklaim para "pemuja cinta" sebagai hari kasih sayang. Saya menulis ini bukan karena untuk serta merta menyambut hari "kehancuran" ini, namun sebagai pengingat bagi diri saya khususnya agar dapat berhati-hati dan tidak terjebak dalam gegap gempita hari berbahaya tersebut.

Sebagaimana yang telah saya tuliskan pada postingan cinta atau nafsu birahi sih... betapa berbahayanya hari tersebut. Tadinya saya ingin menulis ini mendekati hari H nya, namun saya rasa saya harus menuliskannya malam ini, dengan harapan informasi ini akan diketahui jauh hari sebelum kita semua terkena bom dan BUUUMMMM !!!!! HANCURLAH KITA SEMUA !!!!! (Akhlaqnya).

Saya tidak akan membahas hal ini pada tulisan kali ini, karena saya sudah menuliskannya di Tragedi 14 Februari : Valentine's Day (part1) dan juga pada Tragedi 14 Februari : Valentine's Day (part2)

Teman-teman dapat membacanya dan semoga dapat membuka pikiran kita dan menyadarkan kita untuk meninggalkan kebudayaan "jahil" yang telah meracuni kita selama ini.

Demikian, semoga bermanfa'at.

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


2.03.2009

Fitnah Dajjal (part 2)

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
'Afwan sobat semua...tadi malam saya tiba-tiba ada kerjaan di kantor yang harus segera saya tangani. Jadinya, baru ini deh saya bisa ngelanjutin lagi.

Pada tulisan sebelumnya berakhir pada 3 kelompok orang yang memiliki sikap yang berbeda-beda mengenai hari akhir. Jadi, saya akan langsung meneruskan dari tulisan fitnah dajjal (part 1).

2. Mereka yang menerima nash-nash tersebut dengan penuh keyakinan, namun bersikap melampaui batas dalam menerjemahkan sekaligus dalam mengaktualisasikannya. Kelompok ini menjadikan hadis-hadis dha'if, bahkan maudhu' sebagai hujjah untuk membenarkan pendapat mereka.

Misalnya golongan Syiah yang menjadikan hadis-hadis tentang Imam Mahdi untuk mendukung gerakan politik dan keyakinan mereka.

Kemudian kelompok Ahmadiyah Al Qadiyani yang menggunakan dalil tentang pemberitaan Nabi terakhir yang bernama Ahmad (sebagaimana tertera dalam surat Ash-Shaf : 6). Mereka berusaha meyakinkan bahwa nabi yang dijanjikan di akhir zaman adalah Mirza Ghulam Ahmad itu sendiri.

Ada lagi kelompok Lia Aminuddin, yang mengaku sebagai Al Mahdi, di lain waktu mengaku sebagai Bunda Maryam ibu Nabi Isa 'alaihissalam, di waktu yang lain mengaku sebagai Jibril 'alaihissalam. Bahkan yang paling parah, mengaku sebagai Tuhan.

Lain di Indonesia, lain pula di Malaysia, kelompok Al Arqam juga mengklaim bahwa pemimpin mereka adalah Al Mahdi yang dijanjikan di akhir zaman yang akan memimpin dunia dan menebarkan keadilan.

3. Kelompok yang menerima nash-nash tersebut dengan penuh keyakinan, bahwa semua itu benar adanya dari Nabi shalallahu 'alaihi wasalam. Mereka berusaha untuk mengambil posisi yang benar terhadap hadits-hadits tersebut secara proporsional,tidak cuek dan tidka juga terlalu kaku seperti kelompok pertama, tapi juga ga ekstrem dan berlebihan kaya kelompok kedua.

Kelompok ini berusaha menjadikan semua nash-nash shahih sebagai pijakn hidup, dan sentiasa mencari tau tentang hakikat yang sebenarnya dari hadits-hadits fitnah agar mereka terhindar dari fitnah tersebut tanpa melakukan pemastian pada hal-hal yang belum qath'i.

Mereka tetap waspada terhadap fitnah Dajjal, maka pada setiap shalat yang mereka lakukan selalu diiringi dengan doa perlindungan pada empat hal.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda,"Apabila salah seorang diantara kamu bertasyahhud dalam shalat, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan:"Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabi jahannama wa min 'adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjal" yang artinya: "Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari buruknya fitnah Al Masih Ad Dajjal." (Shahih Muslim, Kitab Al-Masajid Al Qabr wa 'Adzab Jahannam 5:87)

Kedua: Mereka yang kurang peduli dengan nash-nash tentang perstiwa akhir zaman dan tidak banyak mengkajinya karena dianggap kurang realistis dan bukan masanya. Mereka menganggap bahwa membicarakan hal tsb sama saja sebagai penghalang menuju kemajuan, karena merasa telah dibatasi oleh takdir tentang berakhirnya alam semesta.
Kelompok ini terbagi dua :
1. mereka yang secara lahir adalah kelompok ilmuan (ulama)yang banyak bergelut dengan dunia ilmu dan penelitian.Mereka menakwilkan hadits-hadits tentang akhir zaman dan hanya mau menerima yang bisa diterima oleh akal sehat dan sesuai dengan logika.

2. mereka yang secara umum termasuk umat Islam yang tidak memiliki kepedulian terhadap ilmu syar'i, tidak pernah mempelajari perkara-perkara Iman kecuali sebatas jumlah dan nama rukun Iman. Kelompok ini tidak pernah mendengar istilah-istilah seputar fitnah akhir zaman, tidak mengenal Dajjal, Nabi Isa 'alaihissalam, Imam Mahdi, Ya'juj dan Ma'juj, dan tema-tema semisal.Kelompok ini tidak pernah tahu tentang detailnya mengenai hari kiamat kecuali sebatas "katanya sih gitu...", sehingga sikap mereka terhadap hari kiamat sebagaimana sikap mereka terhadap berita-berita lainnya.

Coba kita cermati hadits-hadits berikut ini :
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda tentang dasyhatnya fitnah akhir zaman :
"sesungguhnya sebelum terjadinya hari kiamat, akan timbul berbagai fitnah bagaikan sepotong malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seseorang masih beriman, tetapi pada sore harinya telah menjadi kafir. Pada sore harinya beriman, tetapi pada pagi harinya telah kafir. Pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada berlari.Karena itu pecahkanlah kekerasanmu, potonglah tali busurmu, dan pukulkanlah pedangmu ke batu (yakni jangan kamu gunakan untuk memukul atau membunuh manusia). Jika salah seorang di antara kamu terlibat dalam urusan (fitnah) itu, maka hendaklah ia bersikap seperti sikap terbaik dari dua orang putra Adam (yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil) (Musnad Ahmad 4:408;hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 2:193, no.2045)

Kemudian dalam riwayat Muslim disebutkan :
"bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya fitnah, dimana fitnah itu seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pagi-pagi seorang masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir,dan sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan sekeping dunia."

Mereka adalah kaum hedonis yang seluruh waktunya tersita untuk memburu dunia, sehingga tiada waktu yang tersisa untuk mengetahui masalah-masalah penting bagi akhiratnya.

Bisa jadi kelompok ini adalah korban terbesar saat berbagai petaka dan fitnah itu melanda. Bisa jadi kelompok ini adalah pengikut Dajjal terbanyak dari kalangan umat Islam. Dan bisa jadi kelompok ini adalah umat Islam yang pertama kali murtad saat ujian keimanan itu datang kepada mereka. (semoga kita tidak termasuk dalam kelompok ini).

Ketiga: Mereka yang tidak yakin akan datangnya kiamat. Kelompok ini banyak diwakili oleh bangsa barat atau timur (semisal Jepang dan Korea) yang tidak mengimani adanya hari akhir. Termasuk kelompok ini adalah yang menganut paham Darwinisme.

Al Qur'an menjelaskan bahwa hakikat hidup dan mati manusia adalah ujian. Dunia adalah negeri amal dan akhirat adalah negeri untuk memetik hasilnya.
Allah berfirman dalam surah Al Mulk ayat ke-2 :
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Orang mukmin akan mendapatkan ujian yang lebih berat, musuh yang akan dihadapinya sangat banyak, rintangan dan cobaan yang akan ditemui juga berlapis dan sangat bervariasi dengan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir.

Seorang mukmin memiliki 5 musuh dalam hidupnya :
1. Setan yang selalu menjerumuskannya
2. Hawa nafsu yang selalu menggodanya
3. Orang-orang kafir yang selalu memeranginya
4. Orang-orang munafik yang senantiasa mengintainya, dan
5. Orang-orang Islam lain yang hasad/dengki kepadanya.

Lha orang kafir, semua musuh mukmin bisa menjadi kawannya malah, setan sebagai pemimpin, hawa nafsu sebagai tuhan orang kafir lain sebagai sekutu, dan orang munafik sebagai kawan dekatnya.

Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, semakin berat pula ujian yang akan dihadapinya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Allah berfirman "

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut:2-3)

Salah satu dari sekian banyak ujian yang harus dihadapi oleh setiap mukmin adalah banyaknya fitnah kehidupan di akhir zaman.
Maka sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk mengetahui apa saja bentuk fitnah yang mungkin akan dialaminya.

Namun, diantara berbagai fitnah yang dinubuwatkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam, tidak ada satupun yang lebih berbahaya, lebih dahsyat, dan lebih keras efek yang ditimbulkannya melebihi fitnah Dajjal.

Sebagaimana dalam Sabda Beliau shalallahu 'alaihi wasalam,"Wahai sekalian manusia! sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan keturunan Adam, yang lebih besar dari fitnah Dajjal, Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya tentang fitnah Dajjal."
(HR. Bukhari, Lihat Al-Fath Juz XIII hal 80-81)
sumber : "Dajjal (sudah pasti)Muncul dari Khurasan"
sampai jumpa lagi pada kesempatan berikutnya (Ciri-ciri Dajjal yang sebenarnya sesuai hadits).

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


2.02.2009

Fitnah Dajjal (part 1)

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Akhir zaman atau berakhirnya alam semesta ini diyakini oleh semua agama, mereka memiliki keyakinan yang sama akan adanya hari akhir. Masing-masing memiliki kitab suci yang menerangkan mengenai hal tersebut. Namun, ada yang menyebutkan secara detail ada juga yang hanya tersirat, sedangkan Al Qur'an dan sunnah yang shahih telah menerangkan dengan akurasi kebenaran 100%.

Bagi umat Islam, secara umum mereka meyakini dengan pasti akan datangnya akhir zaman. Hanya saja mereka memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai masa kedatangannyan, bahkan dalam menyikapinya juga berbeda-beda.


Bagi seorang muslim, memahami dengan benar nash-nash yang terkait dengan berita akhir zaman merupakan sebuah kewajiban. Kesalahan dalam memahami nash-nash tersebut akan berakibat pada sikap dan tindakan yang keliru dalam beramal, juga dalam menentukan prioritas amal.

Banyak sekali contoh yang kita dapat dari kesalahan bertindak yang disebabkan salahnya mereka memahami nash-nash tersebut. Contoh hadits tentang pastinya kejadian perang antara umat Islam dengan orang-orang Yahudi di akhir zaman. (saat ini sudah akan memasuki puncaknya. Iran sudah bersiap-siap, Mujahid-mujahid Indonesia telah siap, Malaysia juga menyiapkan tentaranya dan mengupayakan melobby pemerintah Indonesia dan Brunei untuk mengerahkan pasukannya juga.


Maka sangat keliru mereka yang membolehkan damai dengan Yahudi. Bagaimana hal itu dibolehkan, sedangkan Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam aja menyatakan bahwa kiamat tidak akan terjadi hingga umat Islam memerangi mereka, bahkan jika orang-orang Yahudi itu berlindung di balik batu dan pepohonan, maka keduanya akan memberitahukan tempat persembunyian mereka. Dengan demikian, sikap umat Islam adalah memerangi orang-orang Yahudi, memusuhi mereka, dan tidak ada kata damai dengan mereka.

Nash lain tentang berita akhir zaman adalah hadits tentang banyaknya orang-orang jahat yang akan diangkat sebagai pemimpin, ilmu dituntut dari orang-orang bodoh, dan merajalelanya kemaksiatan. Maka setiap mukmin yang memahami betul hal ini, tentunya akan berhati-hati dalam menuntut ilmu, berhati-hati dalam memilih pemimpin hidup, dan berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatan mereka. Sikap dan tindakan itu baru bisa dilakukan oleh seorang muslim ketika ia memiliki ilmu yang benar tentangnya.

Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam juga sudah ngingetin umatnya tentang terjadinya sikap mengekor dan taklid buta kepada bangsa barat (sebagaiman yang telah terjadi saat ini, sobat bisa temukan sendiri di sekitar kita), sejengkal demi sejengkal, setahap demi setahap, hingga seandainya mereka masuk dalam lubang biawak, maka kaum muslimin pun tetap akan mengikuti mereka.

Ada juga peringatan Beliau shalallahu 'alaihi wasalam mengenai kewajiban untuk bergabung dengan jama'atul muslimin di saat berkecamuknya fitnah, di saat manusia terpecah dalam berbagai kelompok.

Nash lain yang tidak kalah pentingnya adalah janji-janji Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam tentang berjayanya kembali umat Islam dengan kedatangan Al Mahdi. Di mana Al Mahdi dengan kelompok yang bersamanya (Thaifah Manshurah) akan menaklukan siapapun yang tidak tunduk kepada perintahnya.

Cara berfikir seperti ini otomatis akan sulit dimengerti mereka yang tidak pernah memahami dengan baik hadits-hadits tentang fitnah akhir zaman. Sobat bisa menyaksikan sendiri hingga saat ini umat Islam masih saja dibelenggu dengan cara berfikir barat yang menjanjikan kebahagiaan dan kesejahteraan dunia mereka dengan demokrasi semu.

Mereka menganggap cara itulah pilihan terbaik untuk selamat dari ftnah dan kejahatan. Mereka membela mati-matian sistem kufur tersebut dengan mencampakkan syari'at Islam. Sementara perintah Nabi shalallahu 'alaihi wasalam agar umat Islam mengikuti jama'ah, mereka abaikan.

Sikap istiqomah yang harus dimiliki oleh setiap muslim dalam menghadapi gelombang fitnah adalah salah satu pesan Beliau shalallahu 'alaihi wasalam. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam menggambarkan bahwa akan datang suatu masa dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya bagai menggenggam bara api yang panas. Jika ia buang maka bara itu akan padam, namun jika ia tetap genggam maka tangannya akan terbakar.

Inilah ta'biat dari Dienul Islam. Tidak mungkin keIslaman yang benar akan mendapatkan decak kagum orang-orang kafir dan fasik, tidak mungkin keIslaman yang benar akan mendapatkan penghargaan dan pujian dari mereka, dan tidak mungkin keIslaman yang benar pada diri seseorang akan membuat musuh merasa aman.

KeIslaman yang benar seperti yang dikatakan Waraqah bin Naufal saat Beliau dikabarkan tentang apa yang diperoleh oleh Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam sepulang Beliau dari goa Hira, "Tidak seorangpun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa, melainkan kaumnya pasti akan memusuhinya".(Lihat Ar Rahiqum Mahtum, Shafiur Rahman Al Mubar Kafuri hal.88, Darul Hadits Kairo, cet IV/THN 2002.Edisi Indonesia(Sirah Nabawiyah) hal 92, Pustaka Al Kautsar).

Dan inilah fenomena yang terjadi, dimana umat Islam yang berupaya untuk menegakkan syari'at akan mendapatkan cobaan dan ujian yang sangat berat.

Didalam membicarakan akhir zaman, ada hadits-hadits lain tentang fitnah akhir zaman yang lebih detail (yaitu hadits-hadits tentang Imam Mahdi, Dajjal, dan kondisi dunia Islam setelahnya), maka kita akan dapatkan, betapa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam terus-menerus mengulangi peringatan tersebut kepada umatnya.

Ada 3 kelompok manusia yang memiliki sikap berbeda-beda terhadap nash-nash tentang hari kiamat dan tanda-tanda kedatangannya :

pertama, kelompok yang beriman dan yakin dengan semua yang dijanjikan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam tentang dekatnya kehancuran alam semesta (kiamat), yang itu semua didahului dengan tanda-tanda kecil dan besar yang mendahuluinya. Kelompok ini terbagi lagi menjadi tiga :

1. Mereka yang menerima nash-nash tersebut apa adanya. Kelompok ini kurang bisa memahami maksud dan tujuan di balik turunnya hadits-hadits tersebut. Sebenarnya sudah banyak sabda-sabda Beliau tentang dekatnya kiamat yang memiliki makna peringatan agar setiap muslim menjauhi perkara itu semampunya, bukan menganggapnya sesuatu yang biasa-biasa aja.

coba kita renungi hadits-hadits berikut :
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat itu ada tiga, salah satunya ialah akan dituntunya ilmu dari Al-Ashagir(orang-orang kecil)" (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 2:243, hadis no. 2203).

Imam Abdullah bin Al-Mubarak ditanya tentang Al-Ashaghir (orang-orang kecil) itu, lalu Beliau menjawab, "Yaitu orang-orang yang berkata menurut pendapatnya sendiri saja (tanpa mengacu pada Kitabullah dan Sunnah Rasul);

Hadis ini mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menimba ilmu, tidak kepada sembarang orang kita mengambil ilmu, apalagi dalam hal yang berhubungan erat dengan masalah akidah dan ibadah.

Hadis lainnya adalah sabda Beliau yang berbunyi :
"Pada angkatan belakangan umatku ini, akan ada orang-orang lelaki yang naik pelana kuda yang menyerupai pelana unta, lantas turun di pintu-pintu masjid. Wanita-wanita mereka berpakaian tetapi telanjang, rambut kepala mereka bagaikan kelasa/punuk unta yang tinggi. Laknatlah mereka, karena adalah wanita-wanita terlaknat. Kalau di belakang (sedudah) mu nanti masih ada umat-umat lain, niscaya wanita-wanita kamu akan melayani wanita-wanita mereka, sebgaimana dahulu kamu dilayani oleh wanita bangsa-bangsa sebelum kamu. (HR. Ahmad 2:36, no.7083 dengan tahqiq Ahmad Syakir).

Hadits ini bukan sekedar kabar biasa sobat, ia merupakan peringatan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam agar para suami tidak mudah memberikan izin kepada istri-istri mereka keluar rumah untuk kepentingan sepele. Juga merupakan peringatan agar mereka menjauhi tradisi jahiliah yang "membebaskan" wanita untuk berbaur dengan laki-laki.

Hadits lain adalah tentang munculnya fitnah Duhaima', dimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda : ....."kemudian Fitnah Duhaima' yang tidak membiarkan ada seseorang dari umat ini kecuali dihantamnya. Jika dikatakan :"Ia telah selesai", maka ia justru berlanjut, di dalamnya seorang pria pada pagi hari beriman, tetapi pada sore hari menjadi kafir, sehingga manusia terbagi menjadi dua kemah, kemah keimanan yang tidak mengandung kemunafikan dan kemah kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau besoknya.(HR. Abu Dawud, Kitabul Fitan no.4242, Ahmad 2/133,Al Hakim 4/467, Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih Jami'us Shagir no.4194 dan Silsilah Al Ahadits Ash-Shahihah no.974).

Hadis diatas sebenarnya memiliki makna yang sangat mendalam, ketidakpedulian seseorang terhadap peringatan tersebut akan menyeret dirinya terkena apa yang Beliau ancamkan; menjadi kafir setelah paginya beriman. Bahkan malahan tidak sadar Dajjal sudah muncul di tengah-tengah tempat tinggalnya.

Demikian halnya riwayat tentang Thaifah Manshurah, dimana kelompok terakhir dari mereka akan berperang bersama Nabi Isa alaihissalam untuk melawan Dajjal. Termasuk di dalamnya hadits-hadits yang berbicara tentang keberadaan sebuah kelompok dari umat Islam yang menamakan diri sebagai Ashabu Raayati Suud, Pasukan Panji Hitam yang akan muncul dari Khurasan sebagai pendukung Al Mahdi.

Terhadap riwayat-riwayat diatas, kelompok ini tidak ambil pusing dengan apa yang diinginkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam. Bagi mereka, riwayat-riwayat diatas tidak lebih dari sekedar informasi yang tidak perlu mendapat perlakuan khusus. Wal Iyadz billah.

berhubung hari sudah senja...sang surya sudah pengen istirahat dari menerangi bumi, saya teruskan nanti malam selepas Isya sobat...yupz..sampai ketemu lagi nanti malam. Insya Allah.

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


4 orang istri

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.
Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.

Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.


Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit. Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi
kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang
istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri." Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi.

Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.

"Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir.
Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?

Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam. Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu.

Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu. Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku."

Renungan :
Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.
Istri yang keempat, adalah Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.

Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain.
Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman.
Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.

Mumpung masih hidup
Mumpung masih sehat
Mumpung masih longgar
Mumpung masih muda
Semoga Insya Allah
sumber : dudung.net

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


1.16.2009

Jum'at ini...

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Entah....apakah waktu yang semakin cepat berlalu, atau kita yang membuang-buang waktu, hingga tanpa kita sadari detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam, dan jam terkumpul menjadi hari, dan hari-hari berlalu menjadi minggu, tanpa terasa 1 bulan telah berlalu dan tidak ada sedikitpun perubahan yang ada di dalam diri kita.
Jum'at sebagai Hari Besar dan istimewa bagi umat muslim, dimana hari ini penuh dengan kemuliaan.

Jum'at ini....
Beberapa shaf didepan saya...saya melihat seorang kakek yang jalannya udah tertatih-tatih dan badannya mulai membungkuk. Kakek itu (semoga Allah memberkahi dan merahmati Beliau) menggelar sajadahnya dan mulai mendirikan shalat sunnah tahiyatul masjid.

Saya memperhatikan kakek itu begitu khusyuk melaksanakan setiap gerakan dalam shalatnya, tenang. Saya berkata dalam hati, "apakah aku bisa seperti kakek itu".

Kakek itu mengingatkan saya pada kalimat "Manfa'atkanlah lima sebelum tiba saat datangnya lima" dimana yang dimaksud dalam kalimat tersebut adalah :

pertama : manfa'atkanlah mudamu sebelum tiba masa tuamu
kedua : manfa'atkanlah sehatmu sebelum sakitmu
ketiga : manfa'atkanlah waktu lapangmu sebelum tiba waktu sempitmu
keempat : manfa'atkanlah kayamu sebelum tiba miskinmu
kelima : manfa'atkanlah hidupmu sebelum matimu

kakek tersebut memberikan saya pelajaran untuk senantiasa memanfa'atkan waktu ini sebaik-baiknya.

ada sebuah ungkapan di kalangan remaja "muda foya-foya,bersenang-senang...tua kaya raya...kemudian mati masuk surga..."

Na'udzubillahi mindzalik...semoga kita tidak termasuk dalam golongan remaja yang mengusung kalimat tersebut diatas.

Jangan sampai kita menyesal karena tidak memperhatikan lima perkara yang diberikan Allah 'Azza Wa Jalla kepada kita, karena jika sudah tiba masanya kita dipanggil, maka tidak akan ada artinya lagi penyesalan itu.

Ingatlah Allah 'Azza Wa Jalla berfirman dalam surah Al 'Asr (1-3) : "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang saling nasehat-menasehati dalam kebanaran, dan dalam menetapi kesabaran"

Ikhwah Fillah (Saudara-saudariku)...jadikan hidupmu lebih bermakna dalam keindahan hidup bersama ISLAM.

Sekian dari saya, jika ada kesalahan, maka itu tentu berasal dari saya, karena kebenaran mutlak hanya dimiliki Sang Maha Benar...Dialah Allah 'Azza Wa Jalla.

Alhamdulillah..

Assalamu 'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh..


Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja
disini

1.14.2009

Akankah Pacaran berakhir dengan Pernikahan.... ????

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape


referensi : Ya Allah, Taburkan Cinta pada Kami ( Akhi Amru Khalid) semoga Berkah dan rahmat Allah atas Beliau.

Ana rasa kita semua sepakat, bahwa pihak yang paling menderita kerugian dari "hubungan" ini adalah perempuan. Paling sederhananya, perempuan akan merasakan bahwa dirinya hina dan telah hancur. Perempuan ini tidak lagi menjadi gadis pingitan layaknya permata yang selalu manja dalam keluarganya.
Sebab, sejak pertama kali berpacaran, gadis ini benar-benar menjauh dari keluarganya, terutama ayahnya, karena mulai terbiasa berbohong kepada keluarganya dan mulai mendapat masalah di rumah. Pada akhirnya, ia mulai merasa menghadapi dunia ini seorang diri. Bagaimana pun, cinta jenis ini hanya menyisakan kesedihan, kegelapan, dan warna pekat di hati.

Sebenarnya, ana ingin menghimpun kerugian-kerugian perempuan yang akan mereka alami akibat "hubungan" seperti ini. Apakah ketika melarang "hubungan-hubungan" ini, Islam ingin mempersempit, menyusahkan dan mengekang manusia, khususnya dalam hal ini perempuan ? Ataukah larangan ini justru mengandung kemaslahatan ?

Perlu dicatat, 90% dari "hubungan pacaran" ini tidak berakhir dengan pernikahan. Alhasil, hati seorang perempuan akan hancur dan sakit (sudah jatuh, ketimpa tangga, kejatuhan buah duren, keinjak paku, kena air comberan lagi...hii.....parah dah... ^_^ ). Jika seorang cowok aja merasa sakit, pedih, dan menanggung duka lara, depresi, mengurung diri di kamar, ga mau makan ketika "hubungan" ini berakhir (diputusin ni ceritanya....). Bagaimana perempuannya, yang nota bene punya hati yang alus dan lembut....bisa tambah parah lagi tu.....

Huff....selesai juga ngetiknya, waktu disini udah menunjukkan pukul 01.29 wib....enak juga ya posting jam-jam segini, tenang.... ^_^

sampai jumpa lagi pada tulisan yang berikutnya....he...he...he...


Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja
disini

Jangan Bunuh Hati Anda !!

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape

Jika Anda bersedih, maka menangislah. Jika Anda bahagia, tersenyumlah. Dan jika Anda teramat senang dan gembira, maka tertawalah.

Jangan paksakan diri Anda untuk tidak menangis, jangan bungkam mulut Anda untuk tidak tersenyum ataupun tertawa.


Karena jika Anda lakukan, maka Anda akan membunuh hati Anda secara perlahan. Akibatnya hati Anda akan kering dan gersang.

Percayalah, pada saat itu Anda tidak akan merasakan kebahagiaan. Karena hati Anda telah kering dan membatu, bahkan lebih keras dari batu, karena batu masih ada yang mengalirkan mata air yang sangat bermanfaat bagi manusia.

sumber : Refleksi seorang Dai (ES.SOEPRIYADI)


1.13.2009

Tobat

Page copy protected against web site content infringement   by Copyscape

Siapa tobat sebelum maut, mencegah setengah hari kira-kira, maka Allah maafkan ia.

Siapa tobat sebelum kematian menjelang, kira-kira sesaat, maka Allah ampunkan ia.

Siapa tobat sebelum tecabut nyawa dari tenggorokannya, maka Allah terima tobatnya, Allah akan terima tobatnya.


Dalam melakukan tobat, Allah telah menetapkan batas waktunya. Mula-mula batas waktu yang ditetapkan adalah setengah hari atau kira-kira enam jam sebelum seseorang itu sekarat. Orang yang bertobat setengah hari sebelum ia mati tobatnya akan diterima. Artinya dosa-dosanya selama hidup akan dihapus. Kalau sampai batas waktunya ia meninggal dalam kondisi tetap seperti itu maka ia meninggal dalam kondisi khusnul khatimah. Surga akan menjadi tempatnya kelak di hari akhir.

Namun meskipun enam jam buat hidup seseorang manusia termasuk singkat adakalanya waktu sesingkat itu masih saja dimanfaatkan untuk maksiat sehingga ia mati su'ul khatimah (lawan dari khusnul khatimah). Maka Allah memendekkan kembali batas akhir waktu tobatnya. Yaitu sesaat sebelum meninggal. Mungkin dalam hitungan menit. Bagi mereka yang masih sempat bertobat maka Allah akan ampuni dosa-dosanya.

Adakalanya pula waktu yang sudah sesingkat itu pun masih saja ada orang yang bermaksiat. Sehingga dosa yang telah dihapus sebelumnya menjadi timbul kembali. Yang sering terjadi adalah masalah warisan. Seseorang menjelang meninggal biasanya terpikir harta warisannya. Ia tidak ingin anak-anaknya ribut sehingga ia perlu membaginya sebelum meninggal.

Ia tidak percaya dengan aturan hukum Islam dalam pembagian harta warisan. Ia merasa aturan fara'idh (pembagian warisan) dalam Islam tidak adil karena seorang wanita hanya mendapatkan setengah dari kaum pria. Karena takut terjadi keributan, ia sebelum meninggal membagi-bagi hartanya. Rumah ini untuk si anu, mobil ini untuk si anu, deposito ini untuk si anu, harta ini untuk si anu dan seterusnya. Dengan keragu-raguan dirinya terhadap hukum Islam bahkan menganggapnya tidak adil, akan menjerumuskan dirinya dalam kondisi su'ul khatimah.

Maka Allah mempersempit lagi batas waktunya. Siapa tahu seorang manusia sekarat masih berbuat dosa seperti masalah warisan di atas. Allah memberikan tenggat waktu sebelum nyawanya berhasil mencapai kerongkongan. Seperti kita ketahui, malaikat maut mencabut nyawa manusia dari mulai bawah kemudian naik ke atas. Ketika pencabutan nyawa masih di daerah lutut atau pusar, tobat seseorang masih diterima.

Namun ketika nyawa sudah di kerongkongan dan nafasnya tersenggal-senggal, disitulah batas akhir tobat sudah habis. Ia hanya bisa menyaksikan malaikat mencabut nyawanya dengan ganas dan rasa pedih yang amat sangat dikarenakan ia belum bertobat.

Marilah kita selalu berdoa agar dapat meninggal dalam kondisi sudah bertobat. Kemudian Allah memberikan predikat husnul khatimah kepada kita sehingga saat nyawa terangkat rasanya laksana mengambil rambut dalam adonan kue. Tidak terasa sakit dan hanya sebentar.

Juga kita berdoa, agar diberikan waktu cukup untuk bertobat sehingga meskipun kita masih hidup namun matahari belum terbit dari barat, alias datangnya hari Kiamat.

Sumber : Hikmah dari Langit (Budi Handrianto, Ust. Yusuf Mansur)

8.19.2008

Wanita yang Pernah Ternoda

Artikel ini saya kutip dari www.kotasantri.com

Publikasi : 15-08-2008 @ 09:09

Penulis : Erwin Arianto

KotaSantri.com : "Selamat pagi, Denty," sapa lembut seorang suster perawat yang berpapasan denganku pada pagi itu, di rumah sakit tempat aku menjalankan kehidupan siangku sebagai Assisten Dokter, sebagai syarat agar aku menjadi seorang dokter, ini adalah keinginan ibu yang menginginkan aku menjadi dokter.

"Ibu mau, kamu menjadi dokter, biar bisa menyembuhkan orang, biar ada orang yang mau mengabdi kepada orang yang susah. Ibu tidak mau, kamu jadi dokter yang materialistis." ucap ibu ketika aku bingung memutuskan jurusan kuliah yang akan aku geluti kala itu.

Ya, ibu sangat traumatik ketika ibu membawa almarhum ayahku yang telah meninggal ketika terjadi kecelakaan, dan ibu mendesak aku untuk menjadi seorang dokter yang bisa diandalkan.

Mungkin kehidupan siangku berisi dengan penuh pengabdian kepada masyarakat, tapi aku menyukai dunia yang gemerlap kala malam hari. Pergi ke diskotik adalah sebuah menu wajib bagiku, dan aku suka berganti-ganti pacar, bertujuan agar dia bisa membiayaiku dalam menikmati remang-remang diskotik. Hobiku yang satu ini cukup menguras uang yang cukup besar.


Banyak lelaki yang tertarik kepadaku karena aku bertubuh tinggi dan cukup menarik minat mereka. Banyak yang mungkin hanya tertarik dengan tubuhku saja, tapi hal itu tidak menjadi permasalahan buatku. "Yang penting aku bisa dugem," itulah alasanku ketika Tini, sahabatku, memberikan nasihat.

Pagi itu, aku bertemu seorang wanita berjilbab menangis sesegukan di depan koridor Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tempatku praktik. Aku memandang wajahnya lekat, dan aku mencoba menyapanya pagi itu. Karena percaya padaku, dia bercerita banyak tentang dirinya.

Jiwaku resah mendengar kisahnya. Dengan keraguan yang menggelayut dalam matanya dan air mukanya yang gelisah, aku tidak yakin dia akan menyelesaikan ceritanya, tapi entah dorongan dari mana, dia menuturkan juga pengalamannya yang membuat hatiku koyak. Perempuan dengan tatapan lembut di hadapanku sedikit terlihat lega, sekaligus agak takut setelah menyelesaikan ceritanya.

Mataku nanar setelah mengetahui kisah hidupnya. Kisah hidup perempuan manis yang selalu tampak ramah dan ceria, yang berusaha keras menjaga dirinya dari setiap jamahan pria-pria tak bertanggung jawab, yang menutup auratnya sempurna, yang cerdas, yang aktif, yang rendah hati, yang sebelumnya tak pernah sebersit pun kukira bahwa ada fragmen dalam hidupnya yang terkoyak yang pernah menghancurkan jiwanya, walaupun kini ia berhasil bangkit.

"Aku sudah terjamah. Aku benci!" tutur wanita itu menyelesaikan kisahnya. Dia hanya menyebutkan namanya Tika, ketika aku menanyakan siapa namanya.

Aku menimang-nimang, mulai membandingkan kilasan cerita yang ia tuturkan dengan peristiwa yang kualami tiga bulan yang lalu. Jika dia, perempuan berjilbab nan manis itu merasa telah ternoda karena sebuah tangan kotor milik seorang dokter tak bertanggung jawab di sebuah rumah sakit, maka aku adalah perempuan yang lebih hina lagi.

Jika jiwanya saja bisa begitu terguncang karena tangan kotor milik dokter itu telah dengan seenaknya menyentuh dan menikmati sisi kewanitaannya ketika dia dalam keadaan tergolek lemah setengah sadar di rumah sakit, maka jenis perempuan apakah aku ini, yang liar, menjijikan, dan tak pantas disebut perempuan baik-baik?

Jika kejadian yang menimpanya hampir lima tahun lalu, jauh sebelum dia akhirnya memutuskan untuk mengenakan pakaian muslimah, masih saja menggoreskan luka dalam di hatinya, maka hatiku telah hancur lebur mengingat peristiwa manis sekaligus pahit yang kualami akhir beberapa bulan lalu lalu.

***

Pikiranku melayang waktu kejadian di apartemen Burhan, seseorang yang berstatus sebagai kekasihku.

"Kamu mau main ke tempatku?" tanya Burhan kala itu, seorang pria pengusaha muda dari negeri jiran yang kukenal di diskotik di bilangan Kemang. Dia berkata, dia begitu menyukai aku atau mungkin hanya menyukai tubuhku.

"Kamu dokter kan?" tanya Burhan kepadaku.

"Betul, aku seorang dokter." jawabku.

"Berarti kamu tahu bagaimana agar kamu tidak hamil kan, Denty?" ucap Burhan yang begitu menggetarkan aku.

"Mas, aku bukan pelacur," ucapku kepada Burhan kala itu.

"Sudahlah, Denty, aku tidak mengatakan kamu pelacur. Kita melakukannya karena suka sama suka bukan?"

"Jadi, kamu tidak mau bertanggung jawab terhadap bayi yang ada di kandunganku ini?" tanyaku kepada mas Burhan yang saat itu menjadi kekasihku.

"Bajingan kamu, mas," ungkapku.

Dan Burhan hanya tersenyum terkikik melihat sikapku dan meninggalkanku siang itu di depan apartemennya pada pertemuan keduaku.

***

Aku tersadar kembali dan bertatap mata kepada Tika, wanita yang tadi menangis di hadapanku.

"Jika itu saja kau sebut sudah terjamah, lalu kau sebut apa peristiwa yang terjadi padaku?" kalimat itu ke luar begitu saja tanpa kusadari.

Sejurus dia memandangku lekat. Di balik mata kecilnya, aku melihat kejernihan dan kepolosan seorang muslimah yang baik hati. Apakah aku sanggup menceritakan kepahitan ini? Sedang riak wajah gadis di hadapanku menyiratkan keingintahuan dan tanda kesiapan mendengar setragis apa pun kisah yang akan kuceritakan.

Lalu, tanpa bisa dibendung lagi, seolah air bah yang mengalir deras karena bendungan tak lagi mampu menahan tekanannya. Kalimat-kalimat jujur tentang segala kegundahan hatiku, tentang merananya aku, tentang kekecewaan, tentang hinaan dan deraan yang lama kupendam, kusimpan dan kusembunyikan di balik senyuman yang kupaksakan, akhirnya meluncur deras tanpa bisa lagi kutahan dan kusembunyikan. Aku menangis menceritakan kisahku yang sungguh menyayat hatiku.

Waktu itu, hanya sebuah perkenalan biasa yang akhirnya membawa petaka. Sebuah kesenangan yang berakhir duka. Seorang pria mempesona yang menyeretku pada siksa. Dia begitu tampan, bersahaja, dan menyenangkan. Kedalaman matanya membiusku, tutur katanya menggetarkanku, setiap sentuhannya membakarku.

Malam itu, setelah seharian menemaninya berkeliling kota, tanpa kami masing-masing sadari, kami telah berada di sebuah ruangan di apartemennya, hanya berdua, saling tertarik, saling menginginkan, dan aku terlena, melupakan semua perkara dan fakta bahwa pria yang melenakan ini adalah pria yang baru kukenal, pria yang esok atau lusa akan meninggalkanku kembali ke negaranya. Dan benar saja, setelah malam itu, aku tak pernah mendengar kabarnya lagi.

Aku menutup wajahku malu. Perempuan di hadapanku tak bergerak, terpaku saja mendengar kisahku. Sedetik kemudian aku merasakan sebuah rangkulan hangat.

"Menangislah," katanya lembut.

Dan aku menangis sejadi-jadinya. Menyesali kebodohanku, meratapi nasibku, menangisi mahkotaku yang hilang sebelum semuanya halal. Aku bukan lagi wanita suci, aku bukan lagi gadis berbudi, aku tak ada bedanya dengan sampah.

"Kita, perempuan, adalah objek yang sangat mudah mengalami pelecehan, baik kita sadari maupun tidak." Perempuan itu berkata lembut, "Jika kita tidak menjaga diri baik-baik, semua akan berakhir fatal." Kata-katanya menghujam, "Apa yang menimpamu adalah sebuah kesalahan dan dosa. Untuk menebusnya, kau harus kembali padaNya dan bertaubat."

"Tapi, aku hina," ucapku seakan meyakinkan diriku sendiri.

"Pintu maaf Allah begitu luas terbentang terbuka. Dan yakinlah, Allah akan memaafkanmu," ujar Tika dengan lembut kepadaku, walau dengan sedikit airmata menahan perih rasa di dadanya.

Apa iya? Aku menimang-nimang dalam hati, tapi pandangan tajam menghujamnya seolah menembus ke dalam mataku lalu menancap tepat di hatiku.

"Aku temanmu, aku akan mendukungmu, yakinlah, dunia belum runtuh, kau hanya perlu bartaubat dan tidak mengulangi kesalahanmu," kata-katanya masih lembut, tetapi menggetarkan hatiku.

"Mungkin aku "Neurosis"," ujarku kepada tika, seorang wanita yang baru kukenal dan menyadarkan atas kekhilafanku.

"Apa itu Neurosis?" tanya Tika singkat kepadaku.

"Kondisi psikologis yang di dalamnya pola perilaku abnormal timbul sebagai akibat dari ketidakmampuan dalam menghadapi kecemasan dengan cara-cara yang bisa diterima secara sosial."

"Apakah kamu beragama Islam?" tanya tika kepadaku.

"Ya, aku Islam," ucapku kepada Tika.

"Tidakkah Kau merindukan Allah?" tanya Tika kepadaku.

"Allah," ucapku dalam hati, aku telah melupakannya. Dia yang memberiku kesempatan menjadi dokter di tengah ke status keyatimanku. Hatiku menangis menyesali apa yang pernah aku lakukan.

Aku menunduk memikirkan ucapan Tika, aku berjanji dalam hati untuk menjaga diriku dari mata-mata liar dan tangan-tangan jahil pria-pria tak bertanggungjawab. Dan aku berajanji mengubah masa laluku yang kelam ke arah yang benar sesuai petunjukNya.

Aku merasakan sebuah tarikan halus, aku menurut saja ketika perempuan lembut itu membimbingku ke mushala.

"Shalat taubat, yuk!" ajaknya.

Kami pun segera ke mushala menjalankan shalat taubat. Selesai melaksanakan shalat taubat, Tika menuntunku dalam membaca do'a taubat, "Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan, dan perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku. Ampunilah kesalahanku yang Kau lebih mengetahui daripada aku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku, kemalasanku, dan kesengajaanku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang lalu dan yang akan datang, dosa yang aku samarkan, dosa yang aku perbuat dengan terang dan dosa yang Kau lebih mengetahui daripada aku. Kau-lah yang mengajukan dan Kau-lah yang mengakhirkan, dan Kau Mahakuasa atas segala sesuatu."

Dan mulai saat itu, aku mengenakan jilbab yang menghias mukaku, serta kututup semua tubuhku. Dan aku akan mengabdikan ilmu kedokteran yang aku miliki untuk mengabdi sepenuhnya kepada kebutuhan ummat.

Terima kasih Ibu, Terima kasih Tika, Terima kasih ya Allah atas semua yang Kau berikan.