Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

1.15.2010

Karunia yang terbesar adalah karunia iman

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
"karunia yang terbesar adalah karunia iman" itulah salah satu kalimat dalam khutbah jum'at yang disampaikan oleh khatib hari ini. Karena dengan adanya keimanan di dalam hati, kita menjadi yakin dan cinta kepada Pemilik jiwa dan raga ini.

Kekuatan iman dapat mengantarkan kita ke dalam suatu tatanan hidup yang tenang, tidak ada rasa khawatir akan dosa, tidak ada rasa menyesal atas kemaksiatan yang kita lakukan. Iman pula yang menjadi tolak ukur seseorang dihadapan Allah Azza Wa Jalla.

Kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedudukan, itu semua tidak bisa dijadikan ukuran seseorang di hadapan Allah Azza Wa Jalla. Hanya keimanan dan ketaqwaan yang dapat dijadikan tolak ukur seseorang.

Kekeringan iman akan menjadikan hati gersang dan tidak bercahaya, yang tentu saja akan menghantarkan kita kepada dosa dan kemaksiatan. Hal ini akan berimbas kepada tatan hidup kita, dimana kita akan merasa was-was, khawatir, dan diselimuti penyesalan atas dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan.

Mengutip khutbah khatib hari ini "Marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Azza Wa Jalla"


Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik ajadisini

3.14.2009

Laa Ilaaha Illallaah.......

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape

Bismillaahirahmaanirahiim...

Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabbarakaatuh...

Ikhwah fillah...
Saya baru saja membaca sebuah cerita yang sangat mengguncangkan hati saya. Dan saya ingin membagikan cerita ini kepada ikhwah fillah.

Ini adalah penggalan cerita yang saya baca dari sebuah buku yang berjudul "My Dad My Pious Dad, Ayahku, Ayah Yang Soleh" karya Akhi Arsil Ibrahim.
"Suatu sore seperti biasanya Kiyai dan beo itu berjalan keliling pesantren sambil menzikirkan Laa Ilaaha Illallaah. Kiyai mengucapkannya dengan sepenuh khusyuk dalam hati. Sementara si beo mengucapkannya dengan suara keras. Namun tiba-tiba, seekor kucing melompat dari arah pohon jambu. Dengan sekali terkam kepala dan leher burung beo itu sudah terkulai diterkam taringnya . Si beo yang tadinya sedang berulang-ulang mengucapkan Laa Illaha Illallaah, tiba-tiba menjerit kuat dan mengeluarkan suara aslinya dengan penuh ketakutan.

"Keook..keook..keook...!"

Bagai tidak mempedulikan apapun kata si beo, kucing besar itu terus lari dengan leher beo tergigit ketat pada mulutnya. Hanya ketakutan si beo yang semakin jauh kian lirih terdengar, "Keook..keook..keook...!"

Melihat kejadian itu Kiyai terpegun dan pucat. Tiba-tiba tubuhnya rubuh dan pingsan. Para santri segera mengusung Kiyai kembali ke rumahnya. Setelah diberikan kolonye wangi Kiyai pun sadar dari pingsannya. Namun beliau malah menangis dengan tangisan yang sungguh menyayat hati.

"Janganlah terlalu sedih Kiyai. Nanti kita carikan burung beo yang lain. Insya Allah di pasar ada banyak burung beo yang jauh lebih baik. Nanti biar kami yang mengajarkannya mengucapkan "Laa Illaaha Illallaah, atau Subhanallah, atau Allahu Akbar", hibur para santrinya.

Sang Kiyai masih terus menangis bahkan dengan rintihan yang lebih menyayat. Setelah berhasil menguasai perasaannya, iapun berkata kepada para santrinya.

"Jika kalian menyangka bahwa aku bersedih karena kehilangan seekor burung beo, maka kalian sungguh keliru! Justru aku sedih karena menyaksikan betapa beo yang fasih dan tidak putus-putusnya mengucapkan Laa Illaaha Illallaah hanya bisa terkeok-keok ketika kucing menerkam lehernya. Aku khawatir kita ini setiap hari melatih diri dengan mengucapkan kalimat tersebut sebanyak-banyaknya. Namun ketika malaikat maut kelak "menerkam" kita, akankah kita masih bisa mengucapkan Laa Illaaha Illallaah, atau malah terkeok-keok seperti beo itu.

Mendengar ucapak Kiyai kini malah seluruh santri yang mengangis. Mereka semua ketakutan jika tidak dapat mengucapkan Laa Illaaha Illallaah ketika maut menjemput. Padahal kalimat itu sajalah yang akan menjamin keselamatan seseorang dari azab kubur dan dari api neraka, untuk kemudian masuk ke dalam syurga.

Ikhwah fillah....sudah sejauh manakah tertanam Laa Ilaaha Illallaah dalam hati kita? Sudah merasa cukupkah kita dengan membacanya seratus kali sehabis shalat Maghrib dan Subuh dengan cepat dan tergesa-gesa bagai motor yang sedang balapan. Hanya tiga pertamanya saja yang kita ucapkan dengan betul dan perlahan. Setelah itu pada ucapan ke empat dan seterusnya kita membacanya dengan ngebut tanpa mempedulikan lagi kefasihannya, makhrajnya apa lagi makna dan hikmahnya.

Ingatlah, jika huruf pertama 'Laa' dibaca dengan cepat dan pendek (hanya satu harakat) maka makna bacaan kita menjadi terbalik 180 derajat. Sebab 'La' yang satu harakat adalah 'Laam Tawkid' (Laam penguat makna) yang membawa arti : Sungguh memang ada Tuhan selain Allah! Bukankah dengan demikian kita malah mengukuhkan kemusyrikan dalam arti dan bukan ketauhidan kepada Allah SWT.

Huruf 'Laa' dalam kalimat Laa Illaaha Illallaah mestinya dibaca panjang minimal dua harakat. Sebab 'Laa' yang dimaksudkan di sini adalah 'Laa' an-Nafiyah' (Laa yang menafikan). Sehingga benarlah maknanya menjadi "Tidak ada Tuhan Selain Allah."

Belum lagi kalau kita hayati maknanya. Laa Illaha Ilallaah adalah ikrar setiap Nabi dari mulai Adam alaihissalam hingga Muhammad shalallahu 'alihi wassalamu yang wajib disampaikan kepada seluruh umat. Agar dengannya umat mengerti dan mengetahui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan, mengatur alam semesta dan memberi rezeki kepada para hambaNYA.

Cara terbaik membaca kalimat ini adalah dengan perlahan dan khusyuk diwarnai dengan nuansa hati yang ikhlas dan pasrah kepada Allah subhanna huwa ta'ala. Sambil membayangkan jasad kita sendiri yang sedang terbujur kaku di tengah rumah. Atau bacalah dengan membayangkan kita sedang duduk di depan sebuah kuburan.. Pada batu nisan nya terukir tanggal lahir dan tanggal kematian kita sendiri...

Rabbana, Ya Allah
Hanya kehendakMu saja yang dapat menjadikan
Laa Illaha Illallaah
Menghiasi bibir kami saat Izrail tiba.
Maka jadikanlah ia melekat pada jiwa kami sewaktu hidup,
Meringankan kami saat sekarat, menerangi kubur kami setelah mati,
dan melancarkan jalan kami sampai ke syurgaMu.



Alhamdulillahi Rabbil 'Allamiin...


Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja
disini

3.12.2009

Adakah tempat untuk sembunyi ?

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Apa kabar sahabatku semua. Lama sekali saya tidak menyapa sahabat semua disini. Semoga kalian senantiasa dalam naungan berkah dan rahmatNYA.

Sahabatku...tulisan kali ini saya buat karena suatu kejadian pada hari ini. Dimana kejadian tersebut mengingatkan saya bahwa tidak ada satupun makhluk yang terlepas dari pengawasanNYA.

Sahabatku...
Kerap kali kita sebagai manusia melakukan kesalahan. Kadang yang nyata terlihat dan kadang yang tersembunyi dari pandangan manusia.

Namun, pernahkah kita berpikir bahwa dimanapun kita berada, berdiri, berjalan, duduk, tidur sekalipun atau aktivitas apapun yang kita lakukan itu tidak terlepas dari pengawasanNYA.

Jangankan kita manusia makhluk yang dapat dengan jelas terlihat oleh sesamanya.
Semut...sahabat tau kan semut...makhluk kecil ciptaanNYA yang memberikan pelajaran bergotong royong kepada kita.

Semut hitam kecil yang berjalan di kegelapan malam pada batu yang hitam pun tidak luput dari pengawasanNYA, karena DIA tidak pernah tidur dan DIA MAHA MELIHAT DAN MENGAWASI.

Lalu...
dimana tempat kita bisa bersembunyi. Mungkin kita bisa membuat alibi dan bersembunyi dari manusia. Tapi, bisakah kita bersembunyi dariNYA.

Ketika kita seorang diri, bersama kita ada 2 malaikat yang ditugaskan untuk mengawasi setiap gerak-gerik kita dan setiap perbuatan kita dan kemudian mencatatnya dalam catatan amal kita, baik itu amal buruk dan juga amal baik kita.

Saya rasa sahabat sudah pasti mengetahui siapa mereka. Yupz...benar sekali...mereka malaikat Raqib yang mencatat amal kebaikan kita dan malaikat Atid yang mencatat amal keburukan kita.

Jadi, masihkah kita mau berlaku maksiat, masihkah kita mau melakukan dosa. Sahabatku, selama kita masih diberi nafas kehidupan, maka kesempatan bertobat terbuka lebar, karena DIA selalu menantikan hambaNYA kembali kepadaNYA. Karena sifat Maha Kasih dan Maha PenyayangNYA.

Coba kita simak cerita berikut ini, alkisah ada seorang guru yang menugaskan 3 orang muridnya untuk menyembelih seekor ayam dan syaratnya jangan sampai ketahuan dan terlihat oleh siapapun.

Murid-muridnya pun melaksanakan tugas mereka.

Setelah murid-muridnya kembali. Sang Guru bertanya kepada mereka masing-masing apakah mereka telah menyelesaika tugas yang diberikannya.

Murid pertama menceritakan bahwa dia menyelam ke dasar laut dan setelah dia menemukan tempat yang dia yakini tidak akan terlihat siapapun dan aman, maka dia pun menyembelih ayam tersebut.

Murid kedua pun menceritakan bahwa dia pergi ke atas bukit dan menemukan sebuah gua yang menurutnya tidak akan ada yang dapat melihatnya disitu. Diapun menyembelih ayam tersebut.

Kemudian, ketika giliran murid ketiga bercerita, murid tersebut tertunduk lesu, dan dengan suara perlahan dia menjawab "maafkan saya, tapi saya sudah mencari dan mendatangi semua tempat yang kira-kira tersembunyi, namun saya tidak menemukan satupun tempat yang dapat lepas dari penglihatanNYA."

Sang Guru tersenyum, kemudian dia berkata "anakku, kamu yang lulus dalam ujian ini, kamu telah berhasil mengerti bahwa kemanapun engkau melangkah, Allah 'Azza Wa Jalla selalu mengawasimu."


Sahabatku...dari cerita diatas tentu kita dapat mengerti bahwa tidak ada tempat sembunyi di dunia ini yang lepas dari penglihatan dan pengawasanNYA.

Semoga tulisan ini bermanfa'at, khususnya sebagai pengingat diri saya sendiri agar tidak kembali melakukan dosa dan kemaksiatan.

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


2.20.2009

"surat" teguran di bulan Ramadhan

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Sebenarnya, aku pribadi memiliki sebuah surat (peringatan) yang benar-benar aku hafal. Yakni,setiap kali aku melakukan suatu dosa, mobilku pasti mengalami kecelakaan atau rusak. Setelah melakukan dosa, aku selalu menantikan dan mengharapkan kecelakaan ini. Hal ini bukanlah sesuatu yang menyusahkan, karena Insyaa Allah baik.

Sebagian orang berbuat dosa, namun Allah tetap sayang dan berbuat baik kepada mereka. Akibatnya, mereka tidak henti-hentinya melakukan dosa. Parahnya lagi, mereka mengira bahwa dosa itu kecil. Mereka mengira bahwa jika dosa itu mengandung masalah, maka pastilah Allah akan menghisab dan menghuku mereka atas dosa itu, dan yang pasti, mereka masih selalu melakukan dosa.

Tapi, orang yang diperingatkan Allah dengan sebuah "surat" teguran atas dosa yang terjadi, maka hal ini berarti diriNya ingin mengatakan kepada kepadanya, "Berhentilah !"

Aku pribadi membuat sebuah aturan untuk diriku sendiri di bulan Ramadhan. Aku memohon kepada Allah semoga aku dapat kontinyu menjalankannya sampai ajal menjemput. Yaitu, menjada shalat 5 waktu dan menempati shaf terdepan dalam shalat jamaah pertama di samping kanan imam. Aku juga berusaha sekuat tenaga untuk selalu menjalankannya.

Pada suatu waktu, aku terbiasa melaksanakan shalat Ashar di sebuah klub olahraga, kemudian aku berolahraga sampai menjelang Maghrib kemudian berbuka di rumah. Suatu ketika, aku masuk klub ini. Aku mendengar suara imam di masjid membaca, 'Sami'allaahu liman hamidah.' Sayang, aku ketinggalan rakaat pertama.

Tapi tak masalah, kami akan mendapatkan jamaah pertama, Insyaa Allah. Tiba-tiba dalam benakku terlintas keinginan utnuk pergi menutup ruang permainan, karena aku akan tetap berjamaah walaupun ketinggalan takbirah al-ihram dan karena pada bulan Ramadhan tempat olahraga ini sangat penuh.

Benar saja, aku pergi ke tempat olahraga dan menjalankan tujuan. Ada seorang pemuda yang menemuiku. Pemuda ini mengatakan 1 kalimat saja, 'Hanya karena ini engkau tidak melaksanakan shalat?' Di tengah-tengah perbincangan ini, aku mendengar imam membaca salam mengakhiri shalat jamaah. Dari sini aku langsung teringat sebuah ungkapan indah dari salah seorang saleh...

"Bukanlah sebuah hal yang mengherankan jika ada seorang hamba yang tunduk dan merendahkan diri kepada tuannya. Tapi, sungguh aneh, bahkan sangat aneh jika ada raja yang begitu mencintai hambaNYA.' Allah-lah yang telah mengirimkan isyarat dan "surat-surat teguran" kepada kita agar kita memahaminya, agar kita kembali. Seakan-akan Allah berkata, "Hamba-Ku, kapan engkau akan kembali !"

Aku bersedih dan menyesal, jamaah pertama di bulan Ramadhan telah hilang! Bergegas aku berlari ke masjid. berlari sampai kaki keseleo. Akibatnya, selama 3 minggu aku tidak menggunakannya untuk berjalan. Aku tidak dapat berolahraga, bahkan tidak melakukan apapun. Inilah risalah Ramadhan ("surat" teguran di bulan Ramadhan) yang tulus

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini


1.31.2009

Cara Menutup Aurat Yang Benar

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...
Bagaimana kabar sobatku sekalian. Semoga sentiasa dalam naungan berkah, rahmah, taufiq, hidayah, inayah, magfirah, serta ridho dan cinta Allah 'Azza Wa Jalla.

Sobat, Islam adalah agama yang begitu memuliakan wanita, namun sering di"kampanyekan" pihak-pihak yang mengusung "emansipasi wanita" bahwa aturan dan ketentuan yang ditetapkan atas muslimah sebagai pengekangan kebebasan muslimah itu sendiri. Sobat tentu sudah mengetahui keutamaan-keutamaan wanita dalam Islam dan bagaimana bujukan dan rayuan syetan yang sedikit demi sedikit mengikis hijab pada wanita.

Dibawah ini adalah sebuah picture dari sahabat di malaysia yang berguna sekali bagi wanita muslimah sebagai pedoman dan acuan dalam menjaga kemuliaan yang telah diberikan Islam kepadanya.

klik pada picture untuk memperbesar

Dan picture dibawah ini adalah contoh dari kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari saudari-saudari kita telah keluar dari ketentuan agama.

klik pada picture untuk memperbesar

Saudariku para muslimah, saya harap sedikit informasi ini bermanfa'at bagi antunna. Aurat adalah harta yang paling berharga bagi seorang muslimah, dan merupakan harta yang paling berharga juga bagi suami.

Kita tentu ingat, di dalam sebuah hadis dikatakan bahwa salah satu ciri wanita shalihah adalah yang apabila ditinggal bepergian, maka ia akan menenangkan hati, karena ia akan menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya.

Sampai berjumpa lagi pada pertemuan kita berikutnya.

Alhamdulillahi Rabbil 'Allamin..

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini