10.25.2009

Bagaimana jika lalat jatuh ke minuman kita ??

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Assalamu'alaykum teman-teman semua, gimana kabarnya nih. Semoga semuanya baik-baik saja dan sehat serta tetap berada dalam naungan berkah, rahmat, dan lindungan Allah Azza Wa Jalla. Amin Ya Rabbal Alamin.

Teman-teman, pernah ga ketika lagi asyiknya makan di warung, eh.. pas mau minum, ternyata ada lalat di dalam minuman kita ? Nah, biasanya kita ngapain tu, dibuang lah pastinya..he..he... ^_^

Tapi, pernah dengar ga atau pernah tau ga kalau lalat itu bisa membawa penyakit ?? Nah lo..

Trus gimana dong, apa kita minta minuman yang baru ama penjaga warungnya ?? Nah.. untuk menjawab itu coba kita lihat dan baca isi hadits berikut ini :

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda,
“Apabila seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kalian, celupkanlah ia kedalamnya lalu baru buanglah, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya lagi terdapat obat (penawar).”
(HR Bukhari dan Abu Daud)

Abu Daud menambahkan,
“Sesungguhnya lalat itu melindungi dirinya dengan sayapnya yang mengandung penyakit.”

Nah.. berarti ga perlu ganti minuman teman-teman, karena di sayap lalat satunya lagi ada obat (penawarnya), jadi ga perlu khawatir. Ok. ^_^

Semoga informasi ini bisa bermanfaat buat teman-teman, ini adalah postingan kedua setelah lama saya tidak menulis di blog ini, dan nemu hadis ini waktu baca Terjemahan Bulughul Maram.

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini

10.10.2009

Puisi Recited by Husna dan Anna on Ketika Cinta Bertasbih Novel

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Cinta adalah kekuatan yang mampu mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah mengubah musibah jadi muhibbah
itulah cinta.

sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada
keteranganku sendiri.

meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa
lidah, cinta ternyata lebih terang.. sementara pena
begitu tergesa-gesa menuliskannya

kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta

dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya,
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur..
cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan..

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini



10.05.2009

Cintailah dengan Walau bukan dengan Karena

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Kembali malam tadi aku belajar sesuatu yang berharga darinya. Mungkin itu hanya barisan kata yang mebentuk sebuah kalimat sederhana namun sangat berarti dan berharga bagiku.

Di dalam kalimat sederhana tersebut terdapat pelajaran yang membuka hati dan pikiranku, aku yakin bukan tanpa alasan dia mengirimkan sms tersebut.

Dia menyadarkanku bahwa kebahagiaan tidak diukur dari apa yang aku miliki dengan kesempurnaan dan keindahannya, namun terlebih kepada bagaimana aku mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla kepadaku. Bagaimana aku menjadikan semua yang hadir di dalam hidupku menjadi hal yang terindah.

Aku jadi teringat kepada kumpulan kata di dalam sebuah buku... "CINTAILAH DENGAN WALAU BUKAN DENGAN KARENA" mungkin agak sedikit berbeda dengn bunyi kalimat sebenarnya, namun maksudnya sama.

Ketika kita mencintai seseorang atau sesuatu, kita pasti memiliki alasan untuk suka ataupun cinta kepada orang atau hal tersebut.

Misal kita ingin membeli sesuatu, kita pasti tertarik entah karena modelnya, motifnya, atau hal lainnya yang membuat kita memiliki keinginan untuk membelinya.

Nah, bila hubungannya dengan manusia bagaimana ?


Setiap insan di dunia ini pasti akan dan pernah merasakan suka atau ketertarikan dengan lawan jenis, kalau ditanya kenapa, jawabannya pasti akan berbeda-beda bukan ?

Ada yang menjawab "karena" dia baik >> rata-rata jawaban umum seperti ini, ada yang mengatakan "karena" si dia perhatian, "karena" dia cantik / tampan, "karena" dia tinggi, dan karena-karena lainnya yang bermunculan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Ketika sudah berumah tangga, dari tahun ke tahun mulailah saling mengetahui sifat masing-masing, mulailah timbul ketidaksesuaian hati dengan alasan suka yang dimiliki dulu sebelum menikah, semua "karena-karena" tadi sudah tidak ditemukan lagi pada pasangan hidupnya.

Yang paling mudah diambil contoh adalah dari wajah, ketika masih usia muda wajahnya masih cantik / tampan, tetapi ketika sudah mulai berumur, seiring itu pula bentuk wajah sudah mulai berubah, dan sudah tidak menampakkan keindahan fisik yang dulu membuat siapapun terpesona.

Akhirnya, mulailah berkurang rasa yang dulu pernah ada, disebabkan "karena" nya tadi sudah tidak ada lagi.

Beda halnya ketika kita mencintai dengan "walau", jadi, "walaupun" umurmu udah tua, wajahmu udah keriput, badanmu bertambah gemuk atau semakin kurus, atau "walaupun-walaupun" lainnya, maka apapun perubahan pada pasangannya tidak akan membuatnya berubah pula dalam mencintai pasangannya, karena dia mensyukuri apa yang ada di dalam diri pasangannya tanpa banyak menuntut.

Setiap insan pasti memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing, justru disitulah gunanya insan diciptakan berpasang-pasangan agar dapat saling melengkapi satu sama lain.

Syukron katsir kepada ukhtiy yang selalu mengingatkan dan memberikan dorongan semangat kepada k2, syukron katsir atas sms nya tadi malam..

Jazakillah khairan katsiran..
Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini

7.29.2009

Kembali ke fitrah

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Selamat pagi...
Apa kabar teman-teman ? Lama sekali saya tidak menulis di blog ini.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah pelajaran buat hidup saya. Saya disadarkan dan dibangunkan dari tidur saya. Pandangan saya dibuka lebar, jubah kebesaran yang selama ini tanpa disadari saya pakai dilepaskan.

Selama ini saya merasakan bahwa saya lebih tau daripada orang lain dan sukar sekali bagi saya untuk bisa mempercayai orang lain karena trauma yang saya alami sejak SD, dimana setiap pendapat saya tidak pernah digubris hanya karena saya bukan berasal dari keluarga yang mapan.

Sejak saat itu, ada sebuah "dendam" yang timbul di dalam diri saya bahwa suatu saat saya akan membuktikan bahwa saya bisa menjadi orang yang sukses dan akan kutunjukkan kepada orang-orang yang telah merendahkan saya.

Selama bertahun-tahun "jubah" tersebut terus merajut didalam diri saya sehingga menjadi jubah yang utuh dan sempurna dan membuat saya menutup diri dari orang lain.

Saya tidak pernah bisa begitu saja mempercayai orang lain, saya selalu menyelidikinya lebih jauh sebelum saya bisa untuk benar-benar mempercayai pendapat orang tersebut.

Dan, beberapa hari yang lalu ketika saya disadarkan bahwa ada "jubah" yang terbentuk selama hidup saya dan saat itu juga jubah tersebut dilepaskan, sehingga saya merasakan hidup saya menjadi lebih ringan dan jauh lebih nyaman.

Saya dibawa untuk kembali ke fitrah, sebagaimana ketika saya lahir dahulu, seorang bayi yang polos dan masih suci belum terpengaruh dengan apapun. Saya merasa dilahirkan kembali.

Semoga hidupku bisa menjadi lebih baik hari ini. Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Amin Ya Rabbal 'Alamin...

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini



6.02.2009

CIRI KHAS CEWEK MASA KINI

Page copy protected against web site content infringement 

by Copyscape
Cewek yang lahir pada era 70-an tentu berbeda dengan cewek yang lahir tahun 90-an. Dari angket yang disebar penulis ke sejumlah cewek didapat hasil kalau ternyata cewek zaman sekarang memiliki ciri khas tersendiri :

 Penampilan penting ! Bahkan, jadi nomor satu. Nggak jarang cewek merogoh kocek yang nggak sedikit untuk memermak bagian tubuh yang dirasa nggak atau kurang oke. Bambang Q Anees dalam bukunya “Awas Ada yang Ngincer Bodimu” bilang kalau tubuh cewek rentan banget buat “ dijajah” oleh para produsen barang yang bikin cewek jadi konsumtif.

 Jomblo ? No Way. Status jomblowati pantang buat disandang. Coba deh, lihat kalangan selebritis muda. Hari ini putus dari A, minggu depan jadian dengan B, eh… seminggu kemudian lengket dengan C. Pacaran digunakan sebagai media untuk penjajakan. Bagi yang serius akan berkelanjutan sampai jenjang pernikahan tapi bagi yang “just for fun” nggak ada muara yang dituju. Coba perhatikan sekitarmu, bukan rahasia, hari ini si A pacaran dengan si B, si C pacaran dengan si D, gak berapa lama, tukar pasangan, si A pacaran dengan si D, sementara si B pacaran dengan si C, ini contoh kecil, yang kasian siapa, ceweknya (emang piala bergilir apa…). Apa nanti menikah juga, pas ga cocok..cerai….cari lagi yang lain…??? (jangan sampai dah…. Naudzubillahi min dzalik... )

 Bebas menentukan busana. Suatu hari sebuah stasiun televisi swasta menyangkan kontes menyanyi antar selebriti. Suatu ketika, seorang cewek selebriti muncul dengan “bustier” brokat ketat warna merah menyala, celana “legging” yang “press body”, dan nggak ketinggalan “high heel 12 cm” menghiasi kakinya. Wah, gimana reaksi cowok ketika menontonnya. Apalagi sang selebriti menampilkan “goyangan maut” yang nggak kalah hebohnya. (perasaan dari tadi seleb melulu yang diomongin, iya…. Karena para cewek sekarang panutannya para seleb)

 Rokok. Sekarang rokok nggak hanya dikonsumsi cowok, Para cewek – demi pergaulan dan gaya hidup – rela untuk memenuhi paru-parunya dengan asap nikotin. Para cewek cenderung memilih rokok dengan “filter” dan kandungan nikotin rendah.

 Bebas bergaul. Pergaulan antara cowok dan cewek nggak jauh beda dengan pergaulan cewek-cewek atau cowok-cowok. Artinya, nggak ada pakem yang mengatur pergaulan antara lawan jenis. Nggak heran kalau angka “premarital intercourse” (hubungan seks sebelum menikah) dan aborsi tinggi. Seperti yang ditulis Iip Wijayanto dalam bukunya “Sex In The Kost” bahwa sekitar 60.000 siswa-siswi SMU sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Itu baru siswa-siswi, belum Mahasiswa-Mahasiswi.

 Bebas berkarir. Kalau cewek benar-benar paham dengan kodratnya maka ia akan memilih profesi yang ramah dengan kekhasan mereka. Nggak masalah jika suatu saat kita ingin berkarir sampai puncak atau ingin menjadi ibu rumah tangga. Selama kita melakukannya dengan sadar dan bukan karena nggak ada pilihan lain. Tapi ada yang harus kita pertimbangkan yaitu tugas utama kita sebagai seorang perempuan kelak.

 Mobilitas Tinggi. Zaman sekarang identik dengan percepatan informasi sehingga menyebabkan kita harus “mobile”, mempunyai akses untuk “berpindah” dari satu area ke area yang lain. Perpindahan itu nggak hanya secara fisik tapi bisa juga secara pemikiran, hingga sekedar perpindahan suara. Oleh karena itu kebutuhan akan alat komunikasi menjadi semakin penting.

 Konsumtif. Kehadiran media massa yang nggak disertai saringan yang baik akan membuat kita terjebak dalam arus konsumtif yang membabi buta. Berbagai pencitraan tentang tubuh ditayangkan di iklan televisi. Jika sudah begini, kamu yang semula merasa nggak bermasalah dengan tubuh kamu, tiba-tiba merasa kurang putih, kurang tinggi, mata nggak “kinclong”, dan “overweight”. Bahkan didapat data dari tulisan Safrina Noorman yang isinya : 80 % remaja putri Amerika kelas 3 dan 6 tak nyaman dengan tubuhnya, dan 70% pernah melakukan diet dengan alasan memperbaiki penampilan, 20% perempuan Kanada menggunakan pil diet, “mencuci perut”, dan berpuasa dalam usaha mengendalikan berat badan, 50 % di antaranya berumur 9 dan 10 tahun; mengaku jika mereka merasa nyaman ketika sedang melakukan diet, 62 % perempuan Kanada berumur 13 – 19 tahun merasa tidak puas dengan bobot tubuh mereka, meskipun para remaja putri tersebut menikmati tayangan-tayangan televisi, majalah, musik, para muda-mudi itu mengalami efek negatif pada harga diri. Mayoritas dari mereka tidak puas dengan tubuh mereka dan membandingkan diri mereka secara negatif terhadap citra-citra kecantikan yang digambarkan dalam media.

Nah, dari citra tubuh negatif, para produsen barang berusaha untuk memborbardir dengan produk-produk yang konon, bisa memermak kekurangan tubuh kita. Jika sudah begitu, kita para konsumen, akan membeli dengan membabi buta tanpa mempertimbangkan masalah kesehatan atau harga.

Baru-baru ini lagi gencarnya di televisi jargon : “Wajahmu mengalihkan dunia mereka”

referensi : Akhwat vs Cewek (Qonita Salsabila)

Sekarang temen-temen bisa juga membaca artikel di blog ini lewat feed reader temen-temen, temen-temen klik aja disini